BERPERAN AKTIF, SATGAS PAMTAS YONIF R 142/KJ BERSAMA STAKEHOLDER BERIKAN SOSIALISASI TENTANG COVID-19 DI FOHOEKA

BELU. yonifraider142.net – Dalam rangka mendukung sosialisasi Pemerintah tentang wabah Covid-19, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ mberikan himbauan dan anjuran kepada masyarakat Dusun Laktutus Desa Fohoeka Kecamatan Nanaet Duabesi Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif R 142/KJ Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M dalam rilis tertulisnya di Atambua Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (25/3/2020).

Dikatakan Dansatgas, kegiatan yang dilakukan oleh personel Pos Laktutus pada Senin (23/3/2020) tersebut untuk melanjutkan himbauan dan anjuran Pemerintah terkait wabah Covid-19 hingga ke pelosok wilayah perbatasan RI-RDTL.

“Sosialisasi yang dilakukan merupakan bagian dari tugas kami dibidang Binter Satnonkowil (Pembinaan Teritorial Satuan Non Komando Kewilayahan) dalam rangka mendukung program Pemerintah dibidang Kesehatan,” ujarnya.

“Covid-19 merupakan Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia di daerah Wuhan, Provinsi Hubei, China pada tahun 2019, biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan, gejalanya mulai dari flu, batuk, demam, sesak nafas dan dapat menyebabkan meninggal dunia,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan pimpinan Letda Inf Jepri Gunawan bersama 3 orang anggotanya dan 3 orang personel Pospol Subsektor Laktutus, mereka mendatangi warga dari rumah ke rumah.

“Melalui himbauan untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan selalu mencuci tangan, menjaga imunitas atau daya tahan tubuh, menggunakan masker bila sakit serta menerapkan social distancing diharapkan dapat meminimalisir penyebaran wabah Covid-19,” tuturnya.

“Bagi warga yang baru pulang dari luar daerah seperti Kalimantan dan Malaysia, agar segera berkonsultasi kepada Kepala Dusun sehingga diteruskan ke Kepala Desa, guna dilaporkan kepada pihak kesehatan yaitu Puskesmas guna diambil tindakan medis sedini mungkin,” tambahnya

Dirinya berharap, informasi dari Pemerintah Pusat dapat diterima dengan baik oleh warga di wilayah pelosok perbatasan timur Indonesia sehingga tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.

Di tempat terpisah, Kapospol Subsektor Laktutus Iptu Matheus Nge juga menyampaikan Maklumat Kapolri Nomor : Mak/ 2 /III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang larangan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak terkait wabah Covid-19.

“Kami berharap Maklumat Kapolri Nomor : Mak/ 2 /III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang larangan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak dapat kita taati bersama sehingga dapat meminimalisir penyebaran wabah Covid-19,” tandasnya.

Updated: Maret 25, 2020 — 6:22 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *